ManiakMotor – Bila
penataan event drag bike profesional, yakin selalu ditunggu. Saat
eventnya terjadi pasti merah, acara event selesai akan dikenang, lantas
ditunggu lagi. Begitu terus siklusnya. Bukan hanya menunggu sekadar ikut doang,
tetapi punya persiapan spesial macam marbatak, eh, martabak. Di sana
teknologi korekan terbaik dan termahal buat tim akan diturunkan.
Pembalap jauh-jauh asah mental, sehingga pas lomba konsentrasinya full, fokus.

Helmy Sungkar. Jual kualitas event

Rio Teguh. Timnya khusus untuk PEDB
“Saya rasa semua tim dan pembalap ada peningkatan di PEDB.
Karena jauh hari, PEDB sudah menjadi agenda, semua yang terbaik pasti
diturunkan tim,” jelas Wawan Kristiarto, pemilik sekaligus kiliker dari
tim Abakura Ditra Jaya yang datang dari Solo, Jawa Tengah.
TPM atau PEDB yang
bukan berstatus kejurnas memang yang membuka selubung tiga tahun lalu
saat trek lurus mati suri. TPM datang dengan kemasan gaya baru pada
olahraga bermotor yang tadinya punya konotasi ribut melulu masalah waktu tersebut. Dikemaslah PEDB dengan image positif ala event TPM. Dia bangun kepercayaan peserta. Kasarnya diracuni sehingga ketagihan. Buktinya pedrag papan atas sampai bawah, nagih melulu dengan event PEDB. Kalau tidak, sakaw bro.
Tomo dari TSS Adnoc
punya historis soal PEDB. Katanya, jiwa kompetisi yang serius akan
muncul sendiri bila menghadapi PEDB. Katanya, karena tim-tim yang
dihadapi melakukan hal yang sama. “Mereka akan
habis-habisa yang dimiliki di event PEDB,” jelas yang punya nama Utomo
itu. Ya mudah-mudahan dia meyisakan untuk portal ini ketimbang dia
habiskan untuk PEDB. Kan habis-habisan.

Randy. Riset terus untuk PEDB, hasilnmya timnya bikin rekor Indonesia lewat KTM250SX dijoki Eko Chodox

Angga,
pemilik AHRS GM H-Ijo Top Jaya. Memang nggak ada komen dalam tulisan
ini, karena keburu difoto dan angkat jempol, fotonya nongol
Janganlah heran - ah tetap heran - rekor PEDB di Senayan baru lalu pada rontok. Tapi rontoknya nggak
kayak rambut lu, bro. Karena itu tadi, teknologi tim masih segar. Dana
sponsor lewat termin pertama sudah pada cair, hehehe. Pembalap juga baru
terima uang kontrak. “Kira-kira begitulah. Semangat baru,” jelas Eko
Chodox yang menciptakan rekor jadi 6.776 detik dari sebelumnya 6.940
detik dengan KTM250SX 2-Tak di FFA dan masih berambisi untuk
memecahkannya tahun ini.
Helmy Sungkar, selaku
pimpinan TPM penyelengara Event tersebut memang yakin hasil karya
eventnya. “TPM selalu menjaga kepercayaan yang telah kami mulai. Dalam
posisi seperti itu tuntutan dari peserta pasti akan makin tinggi. Ini
barusaha dilayani atau minimum diperbaiki kinerja penyelenggaraan event.
Sebentar lagi perbaikan dengan siaran langsung tv,” kata Helmy sembari mengingatkan seri 2 PEDB berlangsung di Tasikmalaya, 6 April 2013 dan berarti bersamaan dengan GM Drag Bike di BSD.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar